LANGIT7.ID-, Teheran - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah mengeluarkan pesan yang menunjukkan bahwa negara-negara yang menjauhkan diri secara diplomatik dari Israel dan
Amerika Serikat, dapat diberikan akses tanpa batasan melalui
Selat Hormuz, salah satu jalur pengiriman minyak paling strategis di dunia.
Menurut media pemerintah Iran, IRGC mengatakan bahwa negara Arab atau Eropa mana pun yang mengusir duta besar Israel dan Amerika Serikat dari wilayahnya, mulai hari berikutnya, akan diberikan "otoritas dan kebebasan penuh" untuk melintasi selat tersebut.
Pernyataan tersebut tampaknya merupakan bagian dari upaya Teheran yang lebih luas untuk menekan pemerintah, agar mengambil sikap politik terhadap Washington dan Israel di tengah konflik yang meningkat, yang telah menyeret kawasan tersebut ke dalam konfrontasi yang lebih luas. Melansir
investinglive.com, Rabu (11/3/2026).
Baca juga: Israel Dihantam Rudal Balistik Iran, Kondisi Tel Aviv BlackoutSelat Hormuz terletak di antara Iran dan UEA/Oman dan berfungsi sebagai gerbang utama untuk ekspor minyak dari Teluk Persia. Sekira seperlima dari minyak dunia yang diangkut melalui laut melewati jalur air yang sempit ini, menjadikannya salah satu titik rawan yang paling diawasi di pasar energi global.
Pernyataan terbaru ini muncul di tengah konflik yang semakin meluas antara Iran dan Amerika Serikat menyusul peluncuran operasi militer AS dan Israel terhadap target-target Iran.
Presiden Amerika Donald Trump menggambarkan kampanye tersebut sebagai hal yang diperlukan untuk melumpuhkan kemampuan rudal dan drone Iran, dengan alasan bahwa Teheran sedang mempersiapkan serangan di seluruh Timur Tengah.
Baca juga: Tak Main-main, Iran Bakal Hancurkan Fasilitas Minyak di Kawasan TelukTrump telah berjanji untuk melanjutkan tekanan militer hingga Iran sepenuhnya dikalahkan, meskipun ia juga mengisyaratkan bahwa perang tersebut pada akhirnya dapat relatif singkat jika kepemimpinan Teheran runtuh atau mencari gencatan senjata.
Iran, di sisi lain, telah berupaya memobilisasi dukungan regional dan menunjukkan bahwa mereka tetap memiliki pengaruh atas jalur perdagangan global yang penting seperti Selat Hormuz.
Bagi pasar global, keamanan pengiriman melalui selat tersebut tetap menjadi faktor risiko utama. Ancaman nyata apa pun terhadap aliran minyak dari Teluk dapat menyebabkan harga energi melonjak tajam dan berdampak pada mata uang, ekspektasi inflasi, dan pasar keuangan yang lebih luas.
(lsi)